Rabu, 20 April 2016

WALAU IA BUKAN SINGA LAGI



Sedihku yang telah hilang
Terkadang melintas dibenakku
Membuat suasana bahgiaku
Menjadi usang
Muak dengan masalalu yang begitu pahit
Pahit lebih dari sekedar Empedu
Yang sulit untuk di kenang
Susah untuk di lupakan
Membekas
Bagai paku yang tertancap pada dinding rumah
Walau telah di cabut berjuta tahun yang lalu
Bekas paku itu akan terus hadir bersamanya
Karena itu sulit memang
Untuk tersenyum indah bersamannya lagi
Walau ia kini bukan serigala pemangsa
Yang siap memangsa kapan saja  
Namun itu tidak menjamin
Akan luluhnnya sebuah hati
Hati Yang telah tersakiti
Kenangan itu  kini memang tinggal cerita
Yang tak akan pernah terulang
Namun sikap itu membuatmu lebih berhati-hati
Karena singa  tak pernah menerkam  mangsannya dengan  sikap yang gegabah
Dari itu kamu juga harus lebih lebih berhati-hati
Karena ia bisa kapanmun menyakitimu kembali


Tidak ada komentar:

Posting Komentar